Dugaan Pungli Warnai Penerimaan Lima Siswa Pindahan di SMAN 1 Padang, Syamsul Bahri : Kalau Saya Dikasih, Ya Saya Terimalah
Padang — Dugaan praktik penerimaan siswa pindahan dengan imbalan uang mencuat di SMAN 1 Padang. Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan terdapat lima orang siswa pindahan yang diterima masuk, diduga berasal dari kalangan anak pejabat, anak anggota DPRD, serta anak pengurus RT dan RW setempat.
Kelima siswa tersebut sebelumnya tercatat sebagai pelajar di sekolah menengah atas negeri lain di Kota Padang, salah satunya dari SMAN 13 Padang, namun kemudian diterima pindah ke SMAN 1 Padang, yang selama ini dikenal sebagai sekolah favorit.
Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, media melakukan konfirmasi langsung kepada Kepala SMAN 1 Padang, Syamsul Bahri, pada Selasa siang, 3 Februari 2026, di ruang kerjanya.
Dalam keterangannya, Syamsul Bahri membenarkan adanya lima siswa pindahan yang masuk ke SMAN 1 Padang.
“Memang benar ada lima orang murid pindahan yang masuk ke sekolah ini. Itu karena ada peluang atau kursi kosong,” ujar Syamsul Bahri kepada media.
Ia juga mengakui bahwa orang tua dari siswa-siswa tersebut merupakan pejabat dan pengurus lingkungan setempat.
“Orang tuanya memang pejabat, ada juga anak dari RT dan RW di sini. Ada anak anggota DPRD Sumbar dari Gerindra, anak pejabat di pengadilan”, katanya.
Terkait aturan perpindahan siswa dari SMAN 13 Padang ke SMAN 1 Padang, Syamsul Bahri menegaskan bahwa perpindahan tersebut diperbolehkan secara aturan
“Soal aturan pindah dari SMAN 13 ke SMAN 1 Padang, itu boleh saja, ada aturannya,” jelasnya.
Namun, ketika ditanya apa aturannya? Syamsul bahri tidak bisa memperlihatkannya. Begitu juga mengenai dugaan adanya uang puluhan juta rupiah yang dibayarkan oleh orang tua siswa agar anak mereka diterima pindah, Syamsul Bahri membantah tudingan tersebut.
“Kalau soal uang puluhan juta itu tidak benar,” tegasnya.
Meski demikian, dalam pernyataan lanjutan yang disampaikan saat konfirmasi, Syamsul Bahri menyatakan:
“Tapi kalau saya dikasih, ya saya terima lah,” ucapnya.
Pernyataan tersebut menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat terkait transparansi dan integritas proses penerimaan siswa pindahan di sekolah negeri, khususnya sekolah unggulan.
Hingga berita ini diterbitkan, media masih berupaya meminta klarifikasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat terkait mekanisme resmi perpindahan siswa antar-SMAN serta pengawasan terhadap potensi pungutan liar dalam proses tersebut.
Media ini akan terus melakukan penelusuran dan menyajikan informasi lanjutan secara berimbang sesuai dengan kode etik jurnalistik.
TIM
Belum ada Komentar untuk "Dugaan Pungli Warnai Penerimaan Lima Siswa Pindahan di SMAN 1 Padang, Syamsul Bahri : Kalau Saya Dikasih, Ya Saya Terimalah"
Posting Komentar