test banner SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI MEDIAONLINE "FAKTA ONE"

PETI Sumbar Kian Mengkhawatirkan, Penambang Kecil Jadi Korban Sistem

Padang – FAKTAONE..Persoalan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Sumatera Barat hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah besar yang belum menemukan jalan keluar. Meski penindakan terus dilakukan aparat penegak hukum, aktivitas tambang ilegal justru tetap tumbuh di sejumlah daerah.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: apakah penindakan selama ini baru menyasar pekerja lapangan, sementara aktor-aktor besar di balik bisnis tambang ilegal belum benar-benar tersentuh?

Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, secara terbuka mengakui bahwa pendekatan hukum semata tidak akan cukup untuk menghentikan maraknya PETI di Ranah Minang.

“Seribu, dua ribu, tiga ribu, bahkan sepuluh ribu orang ditahan dan dipenjarakan, apakah selesai? Tidak selesai,” tegas Gatot saat rapat koordinasi percepatan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR), Minggu (25/5/2026) lalu.

Menurutnya, kepolisian tidak hanya hadir untuk melakukan penegakan hukum, tetapi juga mencari solusi menyeluruh terhadap persoalan yang telah berlangsung lama tersebut.

“Kepolisian hadir untuk menyelesaikan masalah. Penegakan hukum bukan satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah,” ujarnya.

Pernyataan itu dinilai menjadi sinyal kuat bahwa persoalan PETI di Sumbar bukan semata-mata karena faktor ekonomi masyarakat kecil, melainkan telah berkembang menjadi persoalan sistemik yang melibatkan rantai bisnis panjang dan diduga memiliki jaringan kuat.

Selama ini, sebagian besar pelaku yang diamankan dalam operasi penertiban merupakan pekerja lapangan, operator alat, atau masyarakat yang menggantungkan hidup dari aktivitas tambang tradisional. Sementara itu, publik menilai masih jarang terdengar adanya penindakan terhadap pihak-pihak yang disebut sebagai pemodal besar atau cukong tambang ilegal.

Di sisi lain, dampak aktivitas PETI terus meluas. Kerusakan lingkungan terjadi di berbagai wilayah aliran sungai akibat penggunaan alat berat dan aktivitas pengerukan tanpa reklamasi. Air sungai berubah keruh kecokelatan, perbukitan gundul, serta lubang-lubang tambang terbuka menjadi ancaman serius bagi keselamatan warga.

Tak hanya kerusakan alam, aktivitas tambang ilegal juga berulang kali memakan korban jiwa akibat longsor dan kecelakaan kerja di lokasi tambang.

Pengamat lingkungan dan sejumlah tokoh masyarakat menilai penyelesaian persoalan PETI harus dilakukan secara komprehensif, mulai dari pembukaan legalitas tambang rakyat melalui WPR dan IPR, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga penindakan tegas terhadap aktor-aktor besar yang diduga mengendalikan bisnis tambang ilegal.

Tanpa langkah menyeluruh, PETI dikhawatirkan akan terus menjadi lingkaran persoalan yang tidak pernah selesai di Sumatera Barat.

TIM 

Belum ada Komentar untuk "PETI Sumbar Kian Mengkhawatirkan, Penambang Kecil Jadi Korban Sistem"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan

Iklan Tengah

Iklan Bawah Artikel

Selamat datang di Website portal berita mediaonline kami, Terima kasih telah berkunjung, selamat membaca, tertanda Pemimpin Redaksi: